Pencapaian sasaran pengembangan jangka panjang institusi membutuhkan program pengembangan sesuai dengan prioritas dan hasil evaluasi diri pelaksanaan Renstra 2005-2015. Penyelesaian masalah-masalah efisiensi dan produktivitas, sebagaimana tertuang dalam evaluasi diri, akan mendapatkan jaminan bila kesehatan organisasi dan otonomi universitas terwujud secara konsisten dan berkelanjutan. Kesehatan dan otonomi tersebut memerlukan beberapa kondisi yaitu:
- Tata kelola yang efektif di seluruh area fungsional di tingkat institusional dan unit-unit internalnya;
- Tertatanya sistem pencatatan, perekaman, dan pengelolaan serta kemudahan;
- Pelacakan data/informasi;
- Berfungsinya sistem penjaminan mutu secara efektif;
- Berfungsinya sistem pengelolaan keuangan yang transparan dan diterapkannya sistem akuntansi yang baku dan akuntabel.
Di lain pihak, UNNAR menyadari bahwa penyelenggaraan universitas belum dapat secara optimal mengantisipasi perubahan sistem manajemen pendidikan tinggi modern yang menuntut profesionalitas tinggi maupun perangkat manajemen yang lebih komprehensif. Hal ini dapat terlihat dari berbagai permasalahan manajemen yang teridentifikasi terkait dengan kesehatan organisasi:
- Manajemen Perencanaan meliputi : Tren perubahan global yang cepat belum diikuti dengan regulasi-regulasi UNNAR yang mengantisipasi perubahan-perubahan tersebut; Kurangnya akurasi dan kekomprehensifan data untuk mendukung proses pengambilan keputusan; Kurangnya regulasi yang mengakses data dan informasi secara cepat dan akurat; Terbatasnya kemampuan perencanaan anggaran yang secara cepat dapat beradaptasi dengan perubahan pendanaan; Kurang terintegrasinya sistem manajemen perencanaan-pelaksanaan-monitoring dan evaluasi; Kurang efektifnya penyusunan rencana kerja dan anggaran tahunan; Belum adanya evaluasi tentang struktur biaya (cost structure); Kurang efektifnya evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran.
- Manajemen Pelaksanaan meliputi : Perubahan yang cepat tidak diikuti dukungan regulasi; Kurang intensifnya koordinasi antar unit-unit dalam menyelesaikan masalah; Kurang akurat dan komprehensifnya data untuk mendukung proses pengambilan keputusan; Kurangnya sosialisasi dan partisipasi komunitas pada penentuan kebijakan/ regulasi/konsep-konsep baru; Kurangnya kompetensi SDM dalam mendukung implementasi sistem atau perubahan baru; Kurang terintegrasinya sistem manajemen perencanaan-pelaksanaan-monitoring dan Evaluasi; Kurang membudayanya pengukuran efisiensi dan efektifitas manajemen karena:- terbatasnya standar pengukuran hasil, - terbatasnya alat-alat ukurnya, - terbatasnya kemampuan sumberdaya dalam mengembangkan alat-alat ukur.
- Manajemen Monitoring dan Evaluasi meliputi : Kurangnya standar yang komprehensif untuk mengukur kemajuan dan pencapaian berbagai proses; Kurang akurat dan komprehensifnya data untuk mendukung proses monitoring, evaluasi dan audit; Terbatasnya jumlah auditor internal untuk menilai capaian tujuan organisasi; Terbatasnya dukungan manajemen sistem informasi bagi proses monitoring, evaluasi dan audit.
- Manajemen Informasi Akademik meliputi : Kinerja akademik kurang termonitor dengan baik sebagai akibat kurang berfungsinya universitas sebagai pusat kendali mutu kinerja satuan-satuan akademik yang dikelolanya; Kurang efektifnya sistem monitoring dan evaluasi akademik dan pemanfaatan umpan balik; Efektifitas pencapaian kinerja akademik dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian tidak terukur dengan baik karena belum adanya standar akademik institusi yang ditetapkan sebagai acuan standar capaian kinerja prodi-prodi maupun satuan-satuan akademik. Prodiprodi secara bervariasi mengembangkan sendiri standar capaian kinerjanya; Kurang difungsikannya sistem informasi untuk pengambilan-pengambilan keputusan akademik.
- Manajemen SDM meliputi : Efektifitas kinerja SDM belum dievaluasi ketercapaiannya karena belum adanya standar kinerja yang dimonitor dan dikendalikan mutunya; Kepuasan kerja sebagai salah satu indikator keberhasilan manajemen organisasi kurang diketahui dengan pasti. Selain karena belum efektifnya mekanisme pengukuran juga karena belum berjalannya sistem meritokrasi; Belum tersedianya sistem informasi yang mendukung rekrutmen-seleksi-sistem karir pengembangan/pelatihan-kompensasi-sanksi dan penghargaan-pemberhentian pegawai.
- Manajemen Aset Aset-aset UNNAR yang berupa fasilitas, infrastruktur, dan intangible asset belum dikelola secara efektif untuk mendukung penyelenggaraan universitas. Penataan terhadap berbagai aspek manajemen aset perlu dilakukan, yaitu menyangkut: Manajemen pengadaan; Manajemen inventori; Manajemen pemanfaatan dan perawatan; Manajemen penghapusan; Manajemen dokumentasi dan karya intelektual ; Efektifitas pengadaan, pemanfaatan sarana dan prasarana sebagai pendukung tercapainya tujuan institusi belum dapat diukur karena belum adanya standar yang baik tentang input, proses, dan output berikut dengan monitoring dan evaluasinya.
- Manajemen Keuangan meliputi sistem penerimaan berimbang; paradigma manajemen keuangan: (otonom, akuntabel); Pengelolaan dana dari masyarakat, hibah, kerjasama, dan usaha produktif; monitoring dan evaluasi penggunaan anggaran; dan peningkatan pendapatan. Kelemahan-kelemahan yang masih muncul misalnya: kontrol terhadap kesesuaian program terhadap realisasi anggaran, mekanisme pelaporan reguler, dan lain-lain, perlu diatasi dengan dukungan informasi yang cepat dan akurat dari unit-unit atau prodi-prodi. Hal ini hanya mungkin bila ada sistem informasi keuangan yang komprehensif dalam tingkat decision support system.
Keterpaduan seluruh aspek manajemen menjadi kata kunci yang tepat untuk mengelola UNNAR dengan didukung oleh sistem informasi kampus dan ystem penjaminan mutu yang handal sebagai dasar pengambilan keputusan. Berdasarkan pertimbangan di atas maka melalui PHK Institusi,
UNNAR mengusulkan tema A dengan judul program :
PENINGKATAN KAPASITAS DAN PENCITRAAN PERGURUAN TINGGI MELALUI PENGEMBANGAN PROGRAM
SISTEM INFORMASI KAMPUS DAN SISTEM PENJAMINAN MUTU
Melalui usulan PHK-I ini, UNNAR berkomitmen memanfaatkan PHK-I 2010 untuk menjadikan UNNAR sebagai perguruan tinggi yang modern dan bermutu berbasis teknologi informasi.
UNNAR mengusulkan tema A dengan judul program :
PENINGKATAN KAPASITAS DAN PENCITRAAN PERGURUAN TINGGI MELALUI PENGEMBANGAN PROGRAM
SISTEM INFORMASI KAMPUS DAN SISTEM PENJAMINAN MUTU
Melalui usulan PHK-I ini, UNNAR berkomitmen memanfaatkan PHK-I 2010 untuk menjadikan UNNAR sebagai perguruan tinggi yang modern dan bermutu berbasis teknologi informasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar